Gaung Lagu Kehidupan 11 June, 2009
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

Ketika saya masih kelas dua sekolah dasar sekitar tahun 1973, sering ibu guru menyuruh bernyanyi kedepan. Salah satu lagu yang paling saya kagumi adalah lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”, bahkan ketika pulang sekolah harus jalan kaki dua kilo meter tanpa sepatu, kami sering beramai-rami menyanyikan lagu itu. Kalau temen-temen pingin tahu syairnya, atau sudah lupa syair secara keseluruhan, inilah syairnya:
Hijau merimbuni daratannya. Biru lautan di sekelilingnya. Itulah negeri Indonesia. Negeri yang subur serta kaya raya.
Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah. Yang makin menganga antara miskin dan kaya
Bukankah cita-cita bangsa. Mencapai negeri makmur sentosa
Laskar Pelangi – Nidji
Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya, laskar pelangi, takkan terikat waktu, bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada Yang kuasa, cinta kita di dunia selamanya
Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi, walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita.
Laskar pelangi, takkan terikat waktu, jangan berhenti mewarnai, jutaan mimpi di bumi,
Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada Yang kuasa, cinta kita di dunia …. selamanya …..
Laskar pelangi, takkan terikat waktu…
Lagu dari Sabang sampai Merauke merupakan impianku sejak kecil, ketika dulu sekolah tidak pakai sepatu jalan kaki lebih dari dua kilo meter dan sering tidak sarapan pagi. Namun ketika kelas lima Sekolah Dasar juga terngiang-ngiang ditelinga hati, bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Ketika itu, beberapa temen sering saya lihat dirumahnya setiap hari hanya makan daun singkong dan daun genjer rebus yang diambil dari pinggir sungai yang dimakan tanpa ada nasi. Kemudian setelah berkeluarga dan nonton film Laskar Pelangi, rasanya hati tergerak untuk menyemangati diri tetap punya impian dan juga menyemangati saudara-saudara yang lain, karena himpitan ekonomi menjadi tidak berani punya impian.
Berani menghadapi tantangan untuk menjelajah dari Sabang sampai Merauke, mengambil hikmah dari kehidupan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kemudian ditanamkan dalam hati, bahwa bangsa ini harus tetap punya impian memperbaiiki diri, mensyukuri nikmat Ilahi !!! Atau hanya memilih mengeluh tanpa ingin memperbaiki kehidupan diri dan kehidupan negeri ini. Bagaimana pendapat sahabat ???


Comments»
Ayo… semangat dan penuh optimis mengejar Pelangi kita…!!!!
Apapun tantangan yang ada di depan janganlah gentar, Tersenyum, Basmallah… dan hadapi.
Insyaqjjl akan berbuah kebaikan, amin..
Salam persahabatan Mas Amri dari Lochem, The Netherlands.
Salam persahabatan kembali Pak. Effendi ….. salam semangat ….
Sudah lama di Lochem ….. The Netherlands …????
ya DARE TO DREAM… thanks mas AMRI, penuh pencerahan..
“Atau hanya memilih mengeluh tanpa ingin memperbaiki kehidupan diri dan kehidupan negeri ini”
inilah yang terjadi di Indonesia…
semoga kita gak termasuk,,,”Aamiinnn”
Apa kabar mas. Farid …. yes Dare To Dream …..
Assalamualaikum wr. wb. …….
Mas. Gaous …. ayo kita berubah …… lebih bagus ……
Wassalamualaikum wr. wb. ….
Assalammu’alaikum,
Mas Amri,
Saya baru 2 tahun berdomisili di Lochem, masih sedang berjuang meraih Pelangi… dan saya seorang ukhti Mas Amri, Pak Effendi itu ayah saya…
Salam persahabatan, Henti.
Harus semangattt….demi bisa mewarnai pelangi dalam hati. Menjadikan mimpi sebagai kunci untuk bisa meraih cita-cita kita….
Thankz pak…setiap kata kata pak amri, menggugah hati, semangat dan tekad saya….