jump to navigation

Gaung Lagu Kehidupan 11 June, 2009

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

Ketika saya masih kelas dua sekolah dasar sekitar tahun 1973, sering ibu guru menyuruh bernyanyi kedepan. Salah satu lagu yang paling saya kagumi adalah lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”, bahkan ketika pulang sekolah harus jalan kaki dua kilo meter tanpa sepatu, kami sering beramai-rami menyanyikan lagu itu. Kalau temen-temen pingin tahu syairnya, atau sudah lupa syair secara keseluruhan, inilah syairnya:

Dari Sabang Sampai Merauke R. Soerarjo

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu. Menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia.

Namun ketika kelas lima Sekolah Dasar yaitu sekitar tahun 1976, kami juga mulai mengangumi lagu-lagu Oma Irama, sebab waktu itu Bung Oma Irama sangat terkenal. Salah satu lagu yang saya kagumi berjudul “Yang kaya makin kaya”. Kalau temen-temen pingin tahu syairnya, atau yang sudah lupa syairnya secara keseluruhan, inilah syairnya:

Yang Kaya Makin Kaya – Rhoma Irama  

Hijau merimbuni daratannya. Biru lautan di sekelilingnya. Itulah negeri Indonesia. Negeri yang subur serta kaya raya.

Seluruh harta kekayaan negara. Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya. Namun hatiku selalu bertanya-tanya. Mengapa kehidupan tidak merata

Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin. Negara bukan milik golongan. Dan juga bukan milik perorangan. Dari itu jangan seenaknya. Memperkaya diri membabi buta

Seluruh harta kekayaan Negara. Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya. Namun hatiku selalu bertanya-tanya. Mengapa kehidupan tidak merata

Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin.

Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan. Sementara ada yang hidupnya berlebihan.

Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah. Yang makin menganga antara miskin dan kaya

Bukankah cita-cita bangsa. Mencapai negeri makmur sentosa

Selama korupsi semakin menjadi-jadi. Jangan diharapkan adanya pemerataan. Hapuskan korupsi di segala birokrasi. Demi terciptanya kemakmuran yang merata. Bukankah cita-cita bangsa. Mencapai negeri makmur sentosa

Ketika saya sudah berkeluarga dan punya anak, tahun 2008, nonton film Laskar Pelangi di gedung film yang berbeda-beda, lebih dari empat kali. Padahal secara jujur, selama 23 tahun merantau di Bandung, baru sekali nonton film di gedung film, yaitu tahun 1986, itupun karena diberi tiket temen-temen dan dipaksa untuk menemaninya. Lagu yang paling berkesan adalah Laskar Pelangi. Kalau temen-temen pingin tahu syairnya, atau yang sudah lupa syairnya secara keseluruhan, inilah syairnya:

Laskar Pelangi – Nidji

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya, laskar pelangi, takkan terikat waktu, bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada Yang kuasa, cinta kita di dunia selamanya

Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi, walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita.

Laskar pelangi, takkan terikat waktu, jangan berhenti mewarnai, jutaan mimpi di bumi,

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada Yang kuasa, cinta kita di dunia …. selamanya …..

Laskar pelangi, takkan terikat waktu…

Lagu dari Sabang sampai Merauke merupakan impianku sejak kecil, ketika dulu sekolah tidak pakai sepatu jalan kaki lebih dari dua kilo meter dan sering tidak sarapan pagi. Namun  ketika kelas lima Sekolah Dasar juga terngiang-ngiang ditelinga hati, bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Ketika itu, beberapa temen sering saya lihat dirumahnya setiap hari hanya makan daun singkong dan daun genjer rebus   yang diambil dari pinggir sungai yang dimakan tanpa ada nasi. Kemudian setelah berkeluarga dan nonton film Laskar Pelangi, rasanya hati tergerak untuk menyemangati diri tetap punya impian dan juga menyemangati saudara-saudara yang lain, karena himpitan ekonomi menjadi tidak berani punya impian.

Berani menghadapi tantangan untuk menjelajah dari Sabang sampai Merauke, mengambil hikmah dari kehidupan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kemudian ditanamkan dalam hati, bahwa bangsa ini harus tetap punya impian memperbaiiki diri, mensyukuri nikmat Ilahi !!! Atau hanya memilih mengeluh tanpa ingin memperbaiki kehidupan diri dan kehidupan negeri ini. Bagaimana pendapat sahabat ???

Comments»

1. HJ. Effendi | 7:21 pm 11 June, 2009
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

Ayo… semangat dan penuh optimis mengejar Pelangi kita…!!!!
Apapun tantangan yang ada di depan janganlah gentar, Tersenyum, Basmallah… dan hadapi.

Insyaqjjl akan berbuah kebaikan, amin..

Salam persahabatan Mas Amri dari Lochem, The Netherlands.

2. MBA-Management By Amri | 3:58 pm 12 June, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Windows XP

Salam persahabatan kembali Pak. Effendi ….. salam semangat ….
Sudah lama di Lochem ….. The Netherlands …????

3. farid | 9:25 am 17 June, 2009
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows 2000

ya DARE TO DREAM… thanks mas AMRI, penuh pencerahan..

4. gaous | 3:22 pm 17 June, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.8 on Ubuntu Linux Ubuntu Linux

“Atau hanya memilih mengeluh tanpa ingin memperbaiki kehidupan diri dan kehidupan negeri ini”

inilah yang terjadi di Indonesia…

semoga kita gak termasuk,,,”Aamiinnn” :D

5. MBA-Management By Amri | 4:52 pm 17 June, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.11 on Windows Windows XP

Apa kabar mas. Farid …. yes Dare To Dream …..

6. MBA-Management By Amri | 4:54 pm 17 June, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.11 on Windows Windows XP

Assalamualaikum wr. wb. …….

Mas. Gaous …. ayo kita berubah …… lebih bagus ……

Wassalamualaikum wr. wb. ….

7. HJ. Effendi | 6:50 pm 17 June, 2009
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

Assalammu’alaikum,

Mas Amri,
Saya baru 2 tahun berdomisili di Lochem, masih sedang berjuang meraih Pelangi… dan saya seorang ukhti Mas Amri, Pak Effendi itu ayah saya… :D

Salam persahabatan, Henti.

8. RiasNita | 3:09 pm 4 October, 2010
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5.13 on Windows Windows XP

Harus semangattt….demi bisa mewarnai pelangi dalam hati. Menjadikan mimpi sebagai kunci untuk bisa meraih cita-cita kita….
Thankz pak…setiap kata kata pak amri, menggugah hati, semangat dan tekad saya….