jump to navigation

Anakku 20 November, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

ilustrasi

Seorang anak kelas satu SD yang sedang mengikuti ulangan Ilmu Pengetahuan Sosial, mendapat pertanyaan :”Gambar disamping mewujudkan kasih sayang seorang ……. (a) Pembantu; (b) Ibu; (c) Ayah, dengan mantabnya anak menjawab “Pembantu”.

Hasil ulangan secara keseluruhan, anak ini mendapat nilai sangat bagus yaitu 8.3 (delapan koma tiga), namun dari hasil pemikiran kasih sayang anak itu, saya tidak tahu, orang tuanya mendapat nilai berapa yeach, semoga menjadi pembelajaran bagi kita bersama.

Ada empat tipe keluarga kita dalam kehidupan;

Pertama, bapak dan ibu sangat perhatian terhadap anak-anaknya, walaupun kedua orang tua sangat sibuk dengan segala aktivitas dan anak-anak juga sangat perhatian kepada kedua orang tua, serta mendapat kasih sayang secara psikologis juga.

Kedua, bapak dan ibu, karena kesibukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kurang ada waktu memperhatikan anak-anak, walaupun demikian, anak-anak tetap merasa diperhatikan kedua orang tua, sehingga anak tetap sangat kagum dengan kedua orang tuanya.

Ketiga, bapak dan ibu sangat memperhatikan perkembangan anak-anak, namun karena berlebih dalam memperhatikan, kadang-kadang menjadi terlalu disiplin dan sedikit keras. Dampaknya adalah anak-anak justru tidak mengagumi kedua orang tuanya.

Keempat, bapak dan ibu, karena kesibukan yang berlebih sehingga hanya punya sedikit waktu untuk memperhatikan perkembangan anak-anak, dampaknya adalah perkembangan anak kurang terperhatikan, dan anak lebih banyak dibesarkan serta diperhatikan secara psikologis oleh pembantunya.

Tulisan ini, hanya sebagai renungan bagi kita sebagai orang tua, karena aneka kesibukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, semoga tetap bisa instropeksi diri, agar tetap memberikan waktu khusus mengetahui perkembangan psikologis anak, sebab anak tidak cukup hanya diberi perhatian dalam bentuk kecukupan materi.

Sebab banyak diantara kita, begitu sangat dikagumi di masyarakat karena prestasinya, namun anak-anak dirumah justru takut kalau kedua orang tuanya ada dirumah. Sebab, kedua orang tua, ketika pulang kerumah, tinggal tenaga sisa, sedangkan penyakit tenaga sisa adalah tetap memberikan kasih sayang kepada anak, namun sering caranya yang salah.

Pendidikan tinggi, memang bukan jaminan kita akan bisa menyayangi anak-anak kita, sebab mendidik anak, tidak cukup dengan pendidikan tinggi yang kurang diimbangi dengan pendidikan hati yang tinggi juga.  Pembantu kita, mungkin pendidikannya tidak tinggi, tapi hatinya sangat tinggi, penuh kasih sayang. Walaupun yang sangat disayangi itu, bukan anaknya sendiri.

Berani tetap sibuk dan tetap memperhatikan perkembangan anak atau anak akan tetap pandai namun dibenak mereka, pembantu yang lebih menyayanginya!!!. Bagaimana pendapat Anda ???

Comments»

1. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:48 am 20 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Ya ….. Allah berilah hamba-Mu kekuatan untuk tetap kerja keras yang cerdas atas ridho-Mu dan tetap punya kekuatan untuk menyayangi anak-anak yang Engkau anugerahkan kepadaku.

2. andi rustandi | 7:16 am 20 November, 2008
using Opera Opera 9.24 on Windows Windows XP

Mas Amri kebetulan kami mengelola dilembaga pendidikan yang berasrama, sering orang tua mengatakan kepada kami anak saya bla..bla..bla…(sulit diatur dll) namun setelah anak itu tinggal beberapa hari di asrama apa yg dikeluhkan orang tua tadi tidak kami temukan, ternyata mereka kurang kasih sayang, kurang diperhatikan, orang tua menganggap dengan uang semua bisa dibeli. Ya Alloh ampuni kami bila kami lalai menjaga amanah-Mu
Buat Mas Amri terima kasih ( semoga para orang tua tersadarkan dengan tulisan ini)

3. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:36 am 20 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Halo …. om Andi ……
Memang kesibukan kita, sering anak hanya mendapat sisa.
Sisa energi kasih sayang.
Semoga jasa om Andi bermanfaat bagi banyak anak-anak yang semuanya layak prestatif

4. zaky az | 11:15 am 20 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

disiplin dalam mengelola waktu merupakan kunci hidup.
saya berpendapat bahwa ortu yg baik dapat memberikan perhatian yg tepat thdp anak2nya. disamping ikhtiar dlm mencari rizki. maka seyogyanya para ortu menjadi tipe ortu tipe kesatu.
terima kasih mas amri atas artikelnya.
salam hormat u/ keluarga.

5. wawan | 12:31 pm 20 November, 2008
using Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

Assalamu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillah saya selalu diasuh ortu dari kecil..dan bersyukur sekali masih bsa merasakan perhatian dan kasih sayang kedua ortu.

Amien….

6. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 1:20 pm 20 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Apa kabar Om zaky ….
Semoga kita bisa menjadi ortu yang dimudahkan Tuhan dalam menghadapi semua permasalahan hidup.
Selamat berjuang ……

7. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 1:21 pm 20 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Om wawan ……
Permasalahannya adalah …..
Kapan akan berani menjadi ortu yang baik he..he..
Ayo … segera menikah …..

8. fahry | 8:19 am 21 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

susah ya pak jadi orang tua?
saya belum ngalami soalnya

9. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 9:36 am 21 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Om Fahry ….. mudahnya jadi orang tua
Sebab sudah mengalami he..he…
Rupanya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan

10. erry | 10:18 am 22 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.3 on Windows Windows XP

aswb.

Terima kasih pencerahannya, persiapan buat jadi orang tua..hehehe..

11. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:39 am 23 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Apa kabar Erry ….
Semoga menjadi orang tua yang berjiwa muda yeach ….

12. aguss | 5:47 am 25 November, 2008
using Safari Safari 525.19 on Windows Windows XP

Makasih Mas atas tulisannya sebagai bahan renungan..

13. sakra | 9:01 am 26 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.4 on Ubuntu Linux Ubuntu Linux

Assalamu’alaikum…

waaahh lama gak silaturahim ke pak AMRI pa khabar???
hm…,meskipun belum berkeluarga tapi ini tulisan tetep akan saya simpan untuk bekal kelak klo sudah berkeluarga…:D hehehehe
2 kata dech buat pak AMRI..
LUAR BIASA….

masih sering ke tangkuban nich kayaknya!!!

Wassalamu’alaikum…

14. agus al muhajir | 4:56 am 27 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.4 on Windows Windows Server 2003

weiisss…perenungan untuk para orang tua yang sibuk….katanya nyari uang buat anak…tapi kok anaknya diserahkan ke pembantu …pie toh ..?

15. robi | 8:11 pm 6 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.4 on Windows Windows XP

Iya mas, Sang anak yang ngerjain tugas ujian itu nggak salah,..Justru Kasih sayang bisa saja dari siapa saja termasuk dari pembantu dan tentunya yang biasa dia alami sehari-harinya. Ips ilmu yang banyak memberikan Logika , jadi mohon bu Gurunya jangan disalahkan si anak, kalo menjawab A.

Tapi tetap yang berperan dalam kepribadiannya adalah Lingkungan dn teman-temannya :

16. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:42 pm 7 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Apa kabar om Aguss … semoga kita mendapatkan pelajaran dari kisah ini

17. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:45 pm 7 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Halooo om Sakran …. ayo segera berkeluarga …
NAnti akan banyak menikmati persoalan kehidupan yang menyenangkan …..

18. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:46 pm 7 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Om Al Muhazir …..
Semoga hidup kita penuh Rahmat dari-Nya …

19. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:48 pm 7 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

Om … Robi ….. bagusnya bu Guru tidak menyalahkan anak itu, ketika menjawab A, sebab pembantupun juga sangat berjasa dalam membesarkan anak-anak.

20. esa | 8:09 am 18 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 on Windows Windows XP

He he..belum berkeluarga sih, tapi saya mengalami sebagai anak dan menjadi teman yang beragam dengan latar keluarga beragam pula. Sehingga membuat saya berpikir mengenai hal itu dari semenjak sekarang. Di satu pihak ingin berkarya di pihak lain ingin berjaya juga di keluarga. Jadi dah mikirin siasatnya dari sekarang. He he. Yg ideal sih ya jadi orang tua yang meski sibuk, dapat membagi waktunya dengan keluarga. Kembalikan saja “niat” awal dia mencari nafkah, jika niatnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka harus diingat pula ada kebutuhan lain yang juga mesti dipenuhi, kebutuhan akan kasih sayang, kehadiran dsb. Gimana pendapat Mas Amri dkk?

21. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:06 am 19 December, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.19 on Windows Windows XP

Halo Esa …
Harus segera dipraktikkan yeach …
Biar merasakan uniknya membagi kerja dan menyayangi anak-anak.
Selamat mencoba ..

22. Arya A. Kusuma | 5:32 pm 20 January, 2009
using Blackberry Blackberry 8700

Melihat usia anak (sktr 6-7 th) yang masih memperhatikan visual dari pada kata2. Mungkin gambar yang ditampilkan tidak mirip dengan visualisasi ibunya melainkan pembantunya. Bisa jadi ibunya lebih trendi seperti selebriti tidak seperti yang digambar. Jadi aspek visual dari soal juga harus dipertimbangkan.

23. ian | 9:30 pm 20 January, 2009
using Safari Safari 125.8 on Mac OS Mac OS X

luar biasa mas Amri, ternyata jawaban polos dari seorang anak kecil bisa “menampar” kita …

24. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 7:38 pm 21 January, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Arya …… bisa jadi ibunya lebih trendy, tapi trendy yang kurang paham dibanding pembantunya yang tidak trendy tapi lebih perhatian

25. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 7:39 pm 21 January, 2009
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Windows XP

Halooo om Ian …… jawaban polos, memang penuh pencerahan, walaupun bisa jadi seperti pendapat Om Arya ….