jump to navigation

Tuhan menghendaki kita kaya 8 May, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

ban.JPG 

(Bagian Kedua) 

Sekitar tahun 1978, 1979, dan 1980, yaitu sewaktu masih SMP, seperti biasa kalau orang kampung sekolah, sebagian besar harus menempuh puluhan kilo meter dengan akomodasi unggulan sepeda ontel yang walaupun sadelnya sudah dipendekkan tetep saja kaki sampai pedal belum sempurna. Bahkan bisa dibilang, yang berjalan lebih terlihat sepeda daripada orangnya. Maklum waktu itu masih sangat kecil sekali, dipaksa harus dengan gembira hati mengayuh sepeda 28 km perhari dengan kontur jalan naik turun. Sebab desa kami di lereng gunung dan tanpa uang saku, kecuali kalau diperjalanan ada buah jeruk yang jatuh atau pohon tebu yang sedang panen.

Kegembiraan menjadi meluap-luap ketika pulang sekolah kondisi hujan, disamping menjadi tidak panas, sebab pulang siang hari dan kondisi perjalanan 80 % nanjak Biasanya kalau hujan kami sering pulang balapan, tidak ada hadiah apa-apa, tapi kegembiraan bisa menang, dapat menghilangkan lapar, sebab tidak pernah sekolah dengan uang saku, kalau misalnya ada sarapan pagi, makanan faforitnya adalah nasi putih dan sambal kelapa atau singkong rebus.

Diperjalanan, seperti biasa, dipedesaan zaman dahulu, para penduduk banyak yang menyediakan air dalam kendi, yang boleh diminum oleh siapa saja. Begitulah, ketulusan dan solidaritas orang-orang kampung dahulu yang belum banyak terkonstaminasi dengan mental egoisme.

Diantara kendi-kendi air yang disediakan oleh penduduk, ada satu kendi sangat istimewa yaitu kendi air milik penambal ban. Sebenarnya bukan kendi air yang istimewa, tapi setiap kami minum air kendi pemilik tambal ban itu, kami bisa istirahat sebentar dan biasanya sambil ngobrol ringan sana-sini.

Setiap kami istirahat di tempat tambal ban, selalu ditawari minum air kendi, dan diajak ngonbrol ringan masa depan ala kampung. Sering kami melihat banyak anak-anak sekolah yang ban sepedanya bocor bukan karena kena paku, tapi ban itu memang sudah terlalu lelah setiap hari berputar dengan beban kerja tinggi. Bapak penambal ban ini, selalu membantu menambalnya, walaupun banyak diantara mereka tidak membayar, bukan karena tidak mau membayar, tapi memang tidak mampu membayar. Walaupun ada juga yang membayar, tapi menunggu orang tuanya ada rizki dari panen padi, singkong atau kambingnya yang beranak.

Penambal ban ini putra putrinya 12 orang, ekonominya sangat pas-pasan, mungkin kalau dulu ada survey ekonomi, maka beliau ini dibawah garis kemiskinan yang berposisi digaris paling bawah dan akut. Namun, yang menggetarkan hati kami pada saat itu, beliau tetap saja menyediakan air kendi untuk membantu orang-orang yang kehausan diperjalanan, termasuk kami anak-anak sekolah yang setiap hari harus mengayuh sepeda minimal 24 km. Ketika banyak yang tidak mampu membayar biaya penambalan ban yang bocor, atau membayar tiga bulan berikutnya, beliau tetap saja menambal ban dengan sungguh-sungguh.

Pernah suatu ketika penambal ban ini bertanya tentang cita-cita kami, maka banyak ragam diantara kami menjawab, walaupun yang dicita-citakan juga belum paham. Seperti saya menjawab bercita-cita ingin jadi konsultan, kata konsultan pada saat itu saya juga tidak paham, hanya kata itu pernah saya dengar dari TVRI di balai desa yang jaraknya dua kilo meter dari rumah kami dan hanya bisa dilihat hari Sabtu dan Minggu.. Ketika kami balik bertanya kepada penambal ban ini, beliau bercita-cita agar keduabelas anaknya menjadi sarjana. Walaupun beliau sendiri juga mengakui, sarjana itu tidak tahu apa maksudnya. Tapi intinya beliau tidak ingin anak-anaknya hanya menjadi sarjana muda, tapi ingin sarjana tua. Sarjana muda sama dengan D-2 atau D-3, sedangkan sarjana tua itu S-1, S-2, S-3.

Alhamdulillah, sekitar 25 tahun kemudian, saya mendapat informasi bahwa kedua belas anak penambal ban ini sarjana semua, dan tidak hanya sarjana sekedar lulus kemudian menganggur dan lebih banyak gengsinya daripada ilmunya. Tapi kedua belas anaknya itu, betul-betul jadi sarjana yang sangat produktif dibidangnya masing-masing.

Tuhan, memang menghendaki kita semua kaya, tapi jangan terjebak bahwa kaya harus uang, kaya itu sangat luas. Penambal ban ini, secara ekonomi sangat miskin, bahkan diantara kami banyak yang tidak mampu membayar, ketika menambal ban. Namun beliau mempunyai tiga amalan yang sangat keren. Pertama Selalu menyediakan air minum di kendi, untuk siapapun yang kehausan; Kedua, tetap sungguh-sungguh menambal ban, walaupun belum tentu semuanya mampu membayar; Ketiga, punya cita-cita, agar anak-anaknya semua bisa jadi sarjana tua.

Berani hadapi tantangan untuk menjadi kaya, minimal kaya masalah??? Bagaimana pendapat Anda !!!.

Comments»

1. esa | 2:55 pm 8 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

setuju Mas Amri..subhanallah, sa jadi malu bacanya..selama ini masih banyak mengeluh. Iya, ubah paradigma kaya..

2. Prast | 2:57 pm 8 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows XP

Semoga kita bisa jadi tambal ban itu ya, eh..maksud saya menjadi mentalnya seperti itu. Berkarya bukan bekerja. DO IT bukan DUIT !
Setuju kang?

3. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 3:40 pm 8 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Esa ….
Mental miskin khok dipelihara, nanti oleh Tuhan dijadikan miskin terusssssssss … he..he….
Selamat berjuang

4. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 3:42 pm 8 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Hoooorrrreeeeeeee Om Prast ….. kalau Do It ….. dibaca terus menerus, apalagi dibaca dengan cepat dan berulang-ulang, lama-lama jadi Duit….duit …. duit …. duit…. he..he…

5. Prast | 10:34 am 9 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows XP

Hahaha…apa artinya yang penting do it dulu, lama2 juga bakal jadi duit, hehe…

6. Chalim | 10:40 am 9 May, 2008
using Mozilla Mozilla 1.9b5pre on Windows Windows XP

Om Amri,,
Saya jadi inget kampung halaman….
Kalo saya bersepedanya lebih jauh lagi… ada 33 KM.
Sekarang sedang berjuang untuk menjadi Arsitek….
Semoga bisa menjadi Arsitek Kreatif Inovatif dan Produktif.
Amiin..
ganbatte!!!
zzzEmAngAddD….!!!!

7. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 12:42 pm 9 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om Prast ….
Mari kita baca Do it … secepat-cepatnya he..he..

8. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 12:45 pm 9 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Chalim …
Pingin jadi arsitek ulung ….
Gampang caranya, sering-seringlah bersepeda …
Khok nggak nyambung ……
Jelas nyambung, dengan bersepeda, dijalan bisa lihat banyak gedung, bisa masuk gang-gang kecil, itu juga ispirasi untuk membuat bangunan, terkolaborasi pada penduduk padat, bukan hanya perumahan dalam bentuk flat-flat yang kaku itu.
Selamat mencoba.

9. indra kh | 7:56 pm 9 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.12 on Windows Windows XP

Subhanallah. menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain ternyata tidak akan pernah sia-sia, ya mas. Ujung-ujungnya akan berbalik menjadi manfaat bagi yang melakukannya juga.

10. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:10 pm 9 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Indra …
Hidup kayak gaung yeach ….
Apa yang kita teriakkan akan kembali gaungnya kepada diri kita.
BENSIN TETEP NAIK, TAPI NAIK SEPEDA TETEP TIDAK BOLEH TURUN he..he..

11. zaky tea | 10:48 pm 10 May, 2008
using Opera Opera 9.27 on Windows Windows Vista

ass
sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya/mahfuzot
tulisan mas Amri menginspirasiku untuk menjadi manusia bermanfaat yang jujur dan amanah
sukses terus mas Amri
wasalam

12. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:06 am 11 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om Zaky tea …..
Sekarang mau buat program apa agar bermanfaat bagi banyak orang ….. berani hadapi tantangan membuat program yang kreatif dan produktif …

13. wawan | 1:46 pm 12 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

Asslkm..
Speaker sdh diterima, smga bermanfaat.
Terima kasih.

14. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:50 pm 12 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om Wawan ….
Itu Speaker menghendaki kita kaya lho …
Asal untuk nyetel, musik..musik..semangat..he..he…
Selamat mencoba

15. Cici | 3:13 pm 22 May, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

Asw…

Mas Amri,,, salam kenal saya mahasiswa yang sedang merantau di negeri orang untuk menuntut ilmu…
>
Sekilas ingatan saya membawa saya kembali ke kampung halaman saya di Bandung,,, saya merasa betapa banyak yang bisa saya kerjakan di Indonesia
>
Di negeri Kincir ini,,, saya terkadang terjebak dalam “apa yang bisa saya lakukan di sini ?”
>
Mas Amri saya salah seorang yang BERANI KAYA dan doakan saya untuk tetap menjaga semangat ini

salam

16. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:06 am 31 May, 2008
using Opera Opera 9.27 on Windows Windows XP

Salam kenal kembali T. Cici ……… sedang mengambil jurusan apa? Ayo segera lulus yeach, biar bisa segera bersepeda bareng, serta semoga mendapat kesempatan membangun bangsa ini

17. Cici | 1:37 am 12 June, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

aLhamdulillah Mas Amri sekarang kuliah ambil jurusan Commercial Engineering… iya Mas insyaallah sy juga tertarik untuk bersepeda bareng… terimaksih mas Amri..

18. Cici | 1:38 am 12 June, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

saya tunggu tulisan-tulisan penggugah jiwa Mas Amri berikutnya..

19. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:20 am 12 June, 2008
using Opera Opera 9.27 on Windows Windows XP

Apa kabar Cici ……
Ayo segera … lulus dan pulang …. Bandung begitu indah untuk dinikmati dengan bersepeda …