RIZKI SILATURAHMI 17 April, 2008
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : Sepedahan, business, mba , trackbackNasi Kucing Rp. 1000,- Perbungkus
Agama mengajarkan, kalau ingin luas rizkinya, perbanyak silaturahmi. Terinspirasi dengan pesan agama tersebut, saya mencoba mengambil pelajaran dari memperbanyak silaturahmi. Khususnya kasus perjalanan ke Jogjakarta tanggal 08-10 April 2008.
Pada tanggal 08 April 2008 pukul 08.00 WIB kami meluncur dari Bandung menuju Jogja menggunakan akomodasi kereta Lodaya. Seperti biasa, kemanapun pergi, sepeda selalu menemani. Perjalanan ke Jogja mendapat tempat duduk bersebelahan dengan seorang pedagang kerajinan yang dibuat di Jogja kemudian disebar ke Jakarta, Bandung dan beberapa tempat lainnya.Tidak besar memang bisnisnya, tapi sudah bisa mencukupi keluarga, walaupun seadanya. Selama perjalanan menuju jogja, separuh waktu saya gunakan untuk nongkrong di resotrasi, tujuannya agar banyak kenal dengan temen-temen kereta yang mengelola restorasi sambil mengecas hp yang sudah kehausan minta makan listrik. Salah satu Rizki yang didapat adalah ketika bepergian jangan hanya diam, cari kenalan sebab disitu banyak ilmu lapangan yang tidak diajarkan di buku dan perkuliahan.
Alhamdulillah kereta tidak terlambat, sampai Jogjakarta pukul 15.15 WIB, kemudian sambil merakit sepeda di statsiun, kami dijemput saudara yang kebetulan ada titipan oleh-oleh dari Bandung. Saudara saya ini, dulu suaminya lulusan perkebunan, kemudian menjadi suervisor perkebunan kelapa sawit di Irian jaya kemudian pindah ke Bangka dan beberapa tempat lain. Akhirnya mengundurkan diri sebab tidak nyaman dengan suasana perkembangan reformasi dan otonomi daerah yang mulai kebablasan pada saat itu. Kemudian memilih menetap kembali ke Jogjakarta, membuka perbaikan hp dan bisnis hp bekas, tapi sekarang malah jadi salah satu manajer area untuk produk telpun seluler tertentu. Salah satu rizki yang didapat adalah kita memang tidak boleh terjebak pada jurusan ketika dulu kuliah, sebab ahlinya tidak harus jurusannya, masih banyak potensi berkeliaran dalam diri kita.
Pukul 16.00 WIB, sesuai dengan janji, saya dijemput pesepeda dari Jogja, setelah sepeda dirakit, kami berdua langsung bersepeda melewati Maliboro, Alun-alun keraton, Taman Sari dan akhirnya menuju Pakualam, untk menikmati lesehan “Nasi Kucing”, yang harganya hanya seribu rupiah. Nasi kucing, hanya sebuah istilah, bukan berarti nasi dengan daging kucing. Kami berdua, habis Rp. 11. 000,- yang terdiri dari dua bungkus nasi kucing, Susu Jahe, ketan bakar, tahu bacem, tempe bacem dan lain sebagainya, saya sampai lupa jenisnya, pokoknya semuanya hanya habis sebelas ribu rupiah. Salah satu rizki yang didapat adalah kita tidak boleh banyak alasan untuk tidak bisa hidup dan menuntut ilmu, sebab masih banyak makanan murah dan bergizi untuk menguatkan otot-otot fisik dan pikiran agar kita tetap berani menghadapi hidup.
Pukul 19.00 WIB kami pergi ke temat pesta pernikahan, berjumpa dengan banyak teman yang sekitar 14 tahun tidak ketemu. Kami berpisah, ketika sebagian besar mereka masih SMA, dan sekarang sudah banyak yang jadi direktur, dosen S-2 di perguruan tinggi terkenal di Jogja dan sebagaian kecil yang masih menganggur, rata-rata mereka sudah punya anak dua. Salah satu rizki yang didapat adalah banyak diantara mereka dulu lulus dengan nilai ketika di SMA sangat biasa-biasa saja, bahkan sedikit kurang, dan itupun karena dibantu dengan tambahan tugas. Sekarang banyak yang sukses, mungkin kebanyakan mereka sangat lulus dalam universitas kehidupan.
Pada tanggal 09 April 2008 mulai pukul 05.15 WIB kami menikmati suasana kota Jogja dan dilanjutkan bersepeda sampai ke Kaliurang. Kami diantar oleh seseorang yang punya kios di Malioboro dari hasil rekomendasi temen-temen di B2W Jogja. Kami berdua menuju dekat pasar Kaliurang hanya berdua melalui perkebunan penduduk dan sawah-sawah. Setelah sampai ditempat istirahat, yaitu warung tempat pesepeda berkumul, kami bertemu dengan tiga orang pesepeda. Akhirnya kami diantar mereka bertiga untuk menuju Kaliurang atas, sedangkan temen saya yang punya kios di Malioboro tidak ikut, sebab harus membuka kiosnya. Pukul 13.30 WIB kami sudah sampai kota Jogja lagi dan langsung menuju Malioboro untuk belanja oleh-oleh baju batik di temen yang mengantar tadi. Rizki yang didapat adalah bersepeda dihari kerja kita akan bertemu dengan pengusaha. Saya bertemu pengusaha kios kaki lima di Malioboro, foto grafer, pengusaha pemasangan atap, dan surviyor. Dan alhamdulillah, saya belanja pakaian batik untuk oleh-oleh keluarga tidak harus pusing-pusing menawar, sebab mereka sahabat baru ketika sama-sama bersepeda di ke Kaliurang.
Pada tanggal 09 April pukul 19.30 WIB, saya sudah sampai staiun Jogja, sebab kereta berangkat pukul 20.30 WIB, tapi rupanya kereta berangkat pukul 20.30 WIB baru dari Solo, bukan dari Jogjakarta. Jadi kami terlalu awal datang. Justru kesalahan ini, menyebabkan banyak kenalan di Statiun Jogja. Pukul 21.30 WIB kereta Lodaya dari Solo sudah datang. Alhamdulillah dikereta kami bersebelahan dengan mahasiswi dari Bandung yang kuliah di Jogjakarta. Selama perjalanan kami ngobrol apa saja. Setelah lelah ngobrol apa saja, saya menyelesaikan janji diri yaitu menghabiskan Novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata yang lagi terkenal itu. Sahabat mahasiswi ini, saya beri pijam majalah Marketing edisi No. 04/VIII/April/2008 yang membahas tentang “Top Female Marketers” yang saya beli ketika masih di Bandung. Rizki yang didapat selama perjalanan pulang ke Bandung adalah berjumpa mahasiswi yang sangat cerdas dan luas wawasannya, rupanya saya agak kenal juga dengan Bapaknya. Disamping itu, mengingatkan saya untuk segera mempersiapkan biaya kuliah untuk anak-anak, sebab beberapa tahun lagi akan kuliah. Khusus pulang ke Bandung, juga dapat ilmu baru, yaitu roda kereta ada masalah, sehingga kereta sampai Bandung sangat telat. Akhirnya teringat dengan lagu Iwan Fals, tetang kereta yang telat itu sudah biasa.
Peluang rizki itu ada dimana-mana, dan rizki itu bukan hanya uang, uang hanya sebagian kecil dari rizki. Jejaring kehidupan adalah rizki yang tak terbatas, salah satu muaranya, kalau kita pandai mengelola, nanti akan muncul rizki dalam bentuk uang juga.
Berani hadapi tantangan punya keyakinan terhadap pesan agama “Kalau ingin dilapangkan rizkinya, perbanyak silaturahmi” !!! Atau seumur hidup kerja keras dengan tetap sempit rizki karena jarang silaturahmi!!! Bagaimana pendapat Anda???


Comments»
SubhanAllah,,
bagi-bagi rezekinya y Mas,,
maksudnya jejaring kehidupan Mas.
insyaAllah semakin banyak dibagi, semakin luas jejaring Mas
“dan rezeki yang sering kita lalaikan adalah nikmat sehat dan waktu luang”
Apa kabar Om Rahmat ….
Semoga jejaring kehidupan kita semua, menjadikan kita semakin produktif optimal.
Ada yang komentar melalui email sebagai berikut:
Jamanku ndisik kuliah neng jogja mas, thn 1988, kuwi regane 250 rb wes wareq
etok wedang jae..pokoke ngowo duit 500 wes muleh neng kos kenyang…saiki
ora ngerti regane piro…
SAYA TERJEMAHKAN KE INDONESIA
Zaman saya dulu kuliah di Jogja, tahun 1988, itu harga nasi kucing Rp. 250,- sudah kenyang, dapat menuman jahe hangat …
Jadi, membawa uang Rp. 500,- pulang ke kos-kosan sudah kenyang. Sekarang tidak tahu harganya berapa?
Terima kasih, yang kirim komentar melalui email.
Kalau yang di Pakualam harganya Rp. 1000,-
Saya tidak sempat mengecek yang di Wirobrajan, Patangpuluhan, Ring Road dll. Sebenarnya, kemarin ke Jogja itu, untuk mengenang Nasi Kucing
subhanallah sejak jendral ini berubah profesi jadi pesepeda seperti smakin banyak saja pengalaman yg menarik serta sarat akan ilmu untuk dibagi….makasih ya pak berkat web ini kita tetap bisa bersilahturahmi…mohon doa insya allah kami sedang menantikan kelahiran anak kami
Apa kabar Dea …
Sekarang sudah hamil berapa bulan ….
Kata anakku, kapan ke Bandung ….
Sudah kangen dicabut giginya ….
Termasuk juga gigiku, karena usia, juga banyak yang ompong.
Jadi teringat lagu Oma Irama ketika dulu masih SD, kata Oma “Pasang gigi palsu, menjadi muda lagi” he..he..
Aku sekarang punya pelatihan baru, judulnya “The Spiritual Financial” yaitu bagaimana menggandakan uang dengan pendekatan spiritual. Bukan sulap, apalagi klenik lho. Intinya adalah selama kita menggelindingkan uang agar bermanfaat bagi banyak orang, nanti hidup akan berkelimpahan rizki, tentunya rizki tidak hanya harus uang.
Assalamu’alaikum Wr Wb
weiiissshhh sego kucingnya itu lho pak mak nyusss top makotop mantaaappp banget kelihatannya…hehehe
kapan sepedahan ke warband nich pak?
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Ayo saja … kapan saja saya bisa, minggu ini juga bisa
Sambil lihat acara sepedahan sempatizone pesertanya sekitar 600 orang, kebetulan ngumpulnya di Taman Ir. Haji Juanda dan lewat Warban juga. Makan nasi kucing di Pakualam Joga oenak tenan. Kebetulan disitu juga tempat nongkrongnya Butet dan teman-teman lainya.
Alhamdulillah kami sekeluarga masih dalam berkah Allah….semoga hal yang sama juga untuk bapak n keluarga….usia kandungan sudah 9bulan sekarang sedang menanti saat-saat yang di tunggu-tunggu….insya Allah setelah lahiran saya n suami sudah ada rencana untuk silahturahmi ke Bandung….untuk perawatan gigi sekarang saya sudah buka praktek sendiri pak di Jakarta tepatnya di Kemang Selatan….kalo bapak lagi sepedahan ke Jakarta bole mampir ke tempat praktekku :)) wah menarik sekali pelatihannya pak btw di tempat praktekku sekarang ada ruang meeting nya yang sering dipake buat seminar-seminar ato pelatihan gitu loh pak….berminat untuk mengadakan pelatihan itu di jakarta pak????
Wah …. Mrs. Dhea …. ini peluang menarik
Berarti rumusnya menjadi bersepeda adalah pekerjaan, jadi konsultan adalah hobi, sedang bersih-bersih gigi adalah menambah silaturahmi he..he..
Selamat melahirkan, semoga bayi dan ibunya sehat selalu
Apa kabar mas,
Sepertinya “The Spritual Finacial” nya sangat menarik.
Apa kabar Mr. Anto …
Semoga kita sama-sama berkelimpahan rizki
Selamat ber “The Spiritual Financial” ….
Assalam Pak Amri….
Apa Kabar…? Jadi inget waktu di Solo Pak… Sego Kucing… uenak, cukup gizi dan ekonomis….
Yang jadi “benang emas” sebenarnya KONSEP ISLAM itu Ya’luu Wala Yu’la “alaih… dari aspek apapun… Sosial, Politik, Ekonomi dan apapun tentang hidup dan setelah hidup… Ironisnya KITA Umat muslim “gak yakin” atau “gak PD” atau apapun namanya.. jadi gak jalani hidup sesuai “USER GUIDE” hidup… yang memang SEMPURNA.. yaitu ISLAM…
Makasih Pak Amri Pencerahannya…
Jazaakallah…
Assalamua’alaikum Wr.Wb
Om Amri kalo sego kucing emng jogja tempate. Wuih sekali makan bisa abis 3 bungkus..hahahahaha.
Sudah selesai baca tetralogi Laskar Pelanginya??aku sudah selesai samapi tetralogi yang ketiga, sekarang tinggal tunggu yang keempat tapi blm diterbitkan . Walau belinya di palasari ….hehehehehe
Tgl 2 Mei nanti Bapak dan Ibu akan ke Jakarta kalo masih ada uang saku insaya Allah akan main ke Bandung. salam buat dik Icha, Salsa, da Nazwa.
Apa kabar Om Wawan …
Buku trilogi laskar pelangi sudah dibaca
Juga sudah baca Ayat-ayat cinta dan ketika cinta bertasbih
Juga nonton film ayat-ayat cinta.
Tapi Film kunfayakun, belum nonton.
Semoga setelah membaca trilogi laskar pelangi
Semakin berani menghadapi hisup
betul sekali om Amri dengan silaturahmi kita jadi lapang rizki
juga nambah ilmu dari the life university
selalu sukses dan sehat agar bisa jjs siiiii.p deh…
Om Zaky …
Pokoknya … hidup ini harus top markotop
Kren markeren …..
mas tulisannya bagus sekali,ënak dibaca dan Perlu!!
jadi inget kemarin, saya ditawarin mampir ke tempat teman yang lagi postdoc, tadinya malas, karena capek dan udah malem, tapi saya inget, kalo ditawari silaturahmi jangan nolak kecuali ada alasan syaríe…
ternyata disana subhanallah, dapet oleh2 bawang merah (disini mahal sekali harganya), sekaligus ilmu pemuliaan tanaman bawang yang dikasi tsb…rasanya senang sekali, dan ada bonus pas pulangnya saya dapet kipas angin gratisan (mana disini udah mulai musim panas) dan satu lagi cermin besar…
selama ini di apato tidak punya cermin he he…
alhamdulillah…
Alhamdulillah, silaturahmi, manfaatnya seperti ibarat menambal ban bocor pada truk tronton yang penuh muatan, kalau mau nyopot ban pakai analog yaitu diangkat, maka memerlukan 100 orang berbadan kekar, bahkan belum tentu bisa mengangkatnya. Tapi orang cerdik, akan mengambil dongkrak, cukup dengan cari telunjuk saja, mobil truk tronton akan terangkat dengan mudahnya.
Assalamualaikum
Apa kabar Mas Amri, istri keduanya ikut ke bandung ya maksud saya sepeda, salam buat semua alumni MSQ.gusiful. www.gusiful.co.nr
Apa kabar Guiful …..
Sudah lama kita tidak saling jumpa …..
Apa kabar semuanya ………
From AMRI-Ahli Mengayuh Republik Indonesia he..he..