jump to navigation

Tuhan Sembilan Senti 3 April, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

rokok.jpg

sumber gambar : whitmancounty.org

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita, Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita, Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Tulisan Taufik Ismail ini, sangat menginspirasi kehidupan kami akhir-akhir ini. Secara jujur, keluarga kami sangat tergangggu, dengan tuhan-tuhan mereka ini. Apalagi, ketika banyak tamu yang cukup lama dengan tuhan-tuhannya, main dirumah kami, sambil berdiskusi..

Berani hadapi tantangan, untuk meninggalkan tuhan-tuhan ini!!! Bagaimana pendapat Anda???

Comments»

1. agus | 1:56 pm 3 April, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0b5 on Windows Windows XP

Ya begitulah orang Indonesia, mereka mempunyai syurga untuk merokok..
Saya sangat berharap kalau para pemimpin di negeri ini mau menyimak puisi/tulisan Taufik Ismail ini, juga rakyatnya.

2. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:08 pm 3 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar om Agus,
Ada bajuku sekarang, tetap bau rokok.
Bukan karena saya merokok.
Tapi banyak tamu datang, semuanya perokok.
Anehnya juga, mereka punya uang untuk merokok.
Tapi mengeluh tidak punya uang untuk membayar SPP sekolah anaknya yang harganya hanya 0.02 % dari pengeluaran dana untuk beli rokok

3. yahya | 5:53 pm 3 April, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.6 on Windows Windows XP

Asslkm..

saya dulu perokok tapi dah nggak lagi karena selama merokok saya tidak mendapatkan nikmatnya merokok..
Cukai rokok merupakan salah satu pendapatan non pajak terbesar bangsa ini oleh karena itu VERY IMPOSSIBLE para anggota dewan melarang merokok di tempat umum, karena orangya sendiri juga perokok…..Jakarta yg sudah melakukan hal tersbt tidak bertahan lama, dimana-mana masih byk orang merokok di tempat umum.

4. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:37 pm 3 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Yahya ….
KIta berdoa dan berusaha,
Semoga ada pengurangan, dalam merokok.
Agar pengeluaran dana untuk merokok
Bisa untuk nambah dapur ngebul dan negara ngebul.

5. farid | 9:39 pm 3 April, 2008
using Safari Safari 523.12.2 on Mac OS Mac OS X

Assalamualaikum..

Apa Kabar Pak Amri ..

Hidup Pak AMRI = Anti Merokok Ridho Ilahi… he he asal aja..

Saya amat berharap Indonesia menjadi bangsa yang SMART…
yang MATA HATI-nya selalu MELEK, hingga hal yang “gak terlalu besar” sekalipun, seperti kasus rokok diataas, soalnya banyak hal YANG LEBIH JELAS HUKUM HARAMNYA yang masih banyak menggejala di negeri kita…

Negeri ini amat butuh TUKANG TAMBAL.. seperti Pak Amri ..he he..

TETAP semangat bersama Pak “Ahli Menambal Republik Indonesia…” he he..

Wassalam..

6. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:33 am 4 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Farid,
Dibawah ini, saya ambilkan tulisan dari detikcom
Membahas masalah pemborosan keuangan karena merokok

23/02/2008 16:35 WIB
Wah! Rp 500 M Dibakar Tiap Hari
Nurvita Indarini - detikcom

Jakarta - 70 Juta orang Indonesia atau 30 persen dari total penduduk adalah perokok. Bila rata-rata mereka menghabiskan sebungkus rokok sehari maka sekitar Rp 500 miliar dibakar per hari.

“Itu dengan asumsi sebungkus rokok harganya Rp 7-8 ribu.” kata ahli jantung dr Tjandra Yoga dalam sarasehan tentang bebas rokok di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2008).

Bila setahun dikonsumsi 215 miliar batang rokok, dengan harga per batangnya Rp 500 maka Rp 110 triliun dibakar. Bila sebatang rokok harganya Rp 700, maka Rp 150 triliun yang dibakar dalam setahun.

“Sebagian dari perokok Indonesia adalah orang miskin. Kalau 20 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan maka sekitar sedikitnya 7 juta adalah perokok,” ujar Tjandra.

Jika rata-rata merokok sebungkus sehari. Ini berarti, orang Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan dapat membakar uang hingga Rp 50 miliar.

“Mereka yang miskin uangnya akan habis untuk beli rokok. Lalu bila dia sakit gara-gara rokok, maka uangnya habis lagi buat berobat. Itu juga kalau masih ada,” papar Tjandra. ( nvt / aan )

7. Jojo | 4:28 pm 4 April, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

Hari gini masih merokok??? Merokok, sama dengan membakar uang…… Tinggalkan segera!!! Saya sendiri alhamdulillah bisa berhenti merokok dari bulan Pebruari 2000, tanggalnya lupa. Uang rokok tiap hari saya masukkan ke dalam kaleng yang saya tulis “Qurban” di kaleng tersebut. Lumayan bisa beli kambing kalo Idhul Adha. Sekarang ini saya punya tiga kaleng, yaitu : 1. Kaleng Zakat. Diisi sebulan sekali sejumlah 2,5% dari pendapatan. Kaleng ini dibuka setahun sekali. 2. Kaleng Sedekah, diisi tiap hari minimal Rp. 1000 dibuka sebulan sekali. 3. Kaleng Qurban, sudah saya sebutkan tadi. Semoga langkah saya ini diridhoi Allah SWT. Mohon doanya Mas, agar saya tetap istiqomah dalam melakukannya, dan agar bisa menambah kaleng-kaleng lagi seperti kaleng haji yang insya Allah akan segera dibuat. Kalo beli sepeda kaya nya perlu dikalengin ya Mas?Hehehe…..

8. Anto | 9:17 pm 8 April, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

Apa kabar mas,
Kapan sepedahan ke Jawa Timur yang banyak sekali Pabrik Rokok besar. Pagi atau sore bisa kita lihat beribu-ribu karyawan pabrik berangkat atau pulang kerja.

9. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:29 pm 10 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Anto, kalau saya ke Jawa Timur, mau diantar bersepeda nggak?

10. ndang | 4:48 pm 20 April, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

eh…….rokok itu buatan manusia yah??? wah aku manusia lho tapi ngak juga merokok. Mungkin perlu kutegaskan bahwa manusia itu bermacam ragam…….tapi yang suka meroko harus dikategorikan apa yah?…khan dalam teori perang kalau mo menyerang lawan harus tau musuhnya dulu….nah biar mudah merangin rokok gimana kalo buat stigma yang kena sasaran….orang aja kalo udah disebut koruptor sebagai stigma. untuk peroko apa yah….stigma yang bisa populer……..ayo mas amri tolong keluarkan idenya untuk bikin stigmatisasi bagi peroko

11. kison | 3:54 pm 29 April, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

saya perokok, sekarang juga masih merokok,,,kalo pabrik rokok dah pada bangkrut, mungkin mau berhenti merokok… ;).
bea rokok kan besar pak,lom lagi pabrik rokok menampung banyak tenaga kerja,,,,lingkaran setan memang…..tapi, ada juga sih perokok yg umurnya panjang,,mmmhhhh,,,kalo masalah menyebabkan kematian, kayanya daging kambing juga banyak efek negative-nya deh buat banyak penyakit….

sebenarnya isi saya pro atau kontra ? ;}
ikut nimbrung aja lah…

12. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 4:15 pm 29 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Halo …. om Kison …..
Yang penting, kita sudah saling nimbrung yeach
Salam kenal …
Selamat merokok, semoga merokoknya tidak merugikan yang tidak merokok he..he..

13. erik | 3:48 pm 7 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

apa kabar mas amri, semoga mas amri selalu berada dlm lindungan allah,SWT,,amin,,saya sangat terkesan sekali setelah membaca artikel menarik di atas,tapi saya jujur nich mas, saya ikut2an meroko awalnya terpaksa oleh lingkungan kerja yg semuanya peroko,setelah lama-lama ya begitu dech,,mungkin sekarang saya sudah masuk ke katagori peroko asyik…tapi semoga setelah saya membaca artikel di atas saya bisa sedikit demi sedikit bisa berhenti meroko kaya dulu ya mas amri ,,,bisa ga yaaaaa?,,,,smoga bisa

14. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 12:07 pm 8 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Hoooorrreeeeee insyaAllah bisa om Eric ….. selamat mencoba yeach