jump to navigation

Bersepeda, pekerjaanku 24 January, 2008

Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackback

bersepeda 

Saya tidak tahu, apakah ini salah atau benar, tapi yang jelas aktivitasku sehari-hari adalah bersepeda. Dikatakan “Bike to work” yaitu pekerja bersepeda, maksudnya berangkat ke tempat kerja dengan akomodasi sepeda nggak juga. Sebenarnya sich seperti “Bike to work”, cuma kurang tepat juga, sebab “bike to work” itu pergi kerja dengan akomodasi sepeda.

Tapi, aku nggak pusing juga, apa istilahnya, yang jelas “bersepeda, pekerjaanku”. Bahkan dua anakku yang masih sekolah di SD, ketika oleh gurunya disuruh mengisi form tentang nama dirinya, tempat tanggal lahir, dan dilanjutkan dengan pekerjaan ayahnya, dengan jujur mereka mengisi pekerjaan ayahnya adalah “Bersepeda”. Sampai-sampai, gurunya heran, apa maksudnya pekerjaan ayahnya bersepeda. Mereka menjawab, “Iya bu guru, ayah setiap hari bersepeda dan bahkan kalau keluar kota juga bawa sepeda”.

Memang dua tahun terakhir ini, bersepeda pekerjaanku, jadi kemana-mana bawa sepeda. Bahkan, bangun tidur, kemudian mandi, dan pergi ke Masjid shalat subuh sama istri sambil pakai sarung, juga sudah pakai celana sepeda, baru setelah pulang buka internet untuk menjawab beberapa email dan aktivitas lain. Setelah anak-anak berangkat sekolah, berangkatlah saya bersepeda, atau sering juga sebelum anak-anak berangkat sekolah, kalau saya tidak mengantarnya sambil melatih kemandirian, sudah berangkat bersepeda.

Dulu, pola pikirku adalah bersepeda adalah hobi dan jadi konsultan adalah pekerjaan. Sekarang dibalik, yaitu jadi konsultan adalah hobi sedangkan bersepeda adalah pekerjaan. Tapi, alhamdulillah, dengan pola pikir yang dibalik itu, penghasilan juga terbalik. Maksudnya, ketika berpikir bersepeda adalah hobi dan jadi konsultan adalah pekerjaan, pemasukan perbulan jauh lebih kecil dibanding ketika jadi konsultan adalah hobi dan bersepeda adalah pekerjaan he..he..he..

Sekedar contoh, ilustrasi sederhana saja, semoga temen-temen pembaca tulisanku ini bisa memberikan masukan pencerahan bagi saya. Tanggal 6 Januari 2008 bertemu tamu di Bandrek Dago, tanggal 10 Januari 2008 ngantar beberapa tamu luar kota bersepeda di Sukawarna, tanggal 12 januari bersama keluarga bersepeda di Garut, terus ke kawah Kamojang, tanggal 14-17 Januari 2008 bersepeda di Karawang, sambil menyalurkan hobi di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Product, tanggal 19-21 Januari 2008 main sambil bawa sepeda keliling Balik Papan, Bontang, dan Samarinda, sambil menyalurkan hobi di PT. Pupuk Kaltim, ditambah hiburan melihat persiapan PON di Samarinda dan tanggal 23 Januari 2008, bersepeda ke Lembang sambil ngobrol dengan temen-temen pesepeda, sambil menikmati kue balok yang sudah naik harganya dari Rp. 500 (lima ratus rupiah) menjadi Rp. 1000 (seribu rupiah), tapi kalau teh campur jeruk nipis tetap Rp. 2000 (dua ribu rupiah pergelas).

Karena bersepeda adalah pekerjaanku, dan jadi konsultan adalah hobiku, maka secara jujur, saya lebih mementingkan bersepeda daripada menyalurkan hobi menjadi konsultan. Pernah suatu hari, diundang keluar jawa oleh perusahaan tertentu, karena alasan akomodasi sulit dan pesawat untuk menuju tempat tujuan kecil, maka kami tidak boleh membawa sepeda. Ketika ada informasi itu, maka dengan berat hati, kami batalkan, namun akhirnya diizinkan juga dan alhamdulillah sepeda sampai juga ketujuan dengan tanpa kesulitan yang berarti.

Karena bersepeda adalah pekerjaanku dan jadi konsultan adalah hobiku, maka bersepeda harus menghasilkan uang, yaitu selama bersepeda diusahakan jari jejaring bisnis dan cari gagasan-gagasan segar, agar bisa digunakan ketika menyalurkan hobi sebagai konsultan.

Contoh hasil pekerjaanku bersepeda, muncul gagasan, kalau hidup dalam persaingan yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan, orang lain kebanyakan memilih maju, saya secara pribadi dan juga diinformasikan ke beberapa perusahaan , kalau ingin menang pilih saja mundur. Mengapa mundur bisa menang, sebab pertandingannya adalah ”Tarik tambang”, dan tarik tambang yang menang adalah mundur, bukan maju. Bahkan Tuhanpun, membuat makhluk, yang oleh manusia diberinama ”Undur-undur”, sebab jalannya mundur.

Berani hadapi tantangan, ”Make different” biar persaingan hidup tidak terlalu berdesakan yang sangat melelahkan!!! Bagaimana pendapat Anda ???

 

 

Comments»

1. hafid | 5:09 pm 24 January, 2008
using Safari Safari 417.9.2 on Mac OS Mac OS X

jadi… intinya… live for bike apa bike for live ya pak? hehe…

2. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 5:48 pm 24 January, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar mr. Hafid, intinya adalah dua-duanya jadi satu, kayak lebih dulu mana telur atau ayam. Maka jawabannya adalah, kalau ada telur pelihara semoga menetas keluar ayam begitu juga sebaliknya

3. Okta Sihotang | 9:47 pm 25 January, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0 on Windows Windows XP

Sebenarnya itu sangat bermanfaat sekali pak, buat kesehatan, tidak ribet klo ngalami macet, dll…he..he… :)

4. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 10:29 pm 25 January, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Okta Sihotang .. apa kabar …..yang jelas dana untuk beli bensin berkurang, terus uangnya untuk beli 10 majalah bisnis perbulannya. Jalan tidak macet and semoga pikiran juga tidak macet he..he…

5. belincek | 10:38 am 28 January, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

wew… dari bersepeda muncul gagasan baru…mantabh!! v(^^)v

6. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 1:42 pm 28 January, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar om. belincek … kalau ada waktu kita sepedahan bersama di Bandung, dan sana-sama cari gagasan, seperti makhluk yang namanya “Undur-undur”, dia tdk mau jalan sama dengan makhluk lainnya he..he..

7. wawan | 12:06 pm 30 January, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.3 on Windows Windows XP

Asslkm..

Wuih jadi pengen bersepeda biar dapat gagasan2 terbaru tentang apapun…….!!

8. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 12:30 pm 30 January, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar om Wawan
Ayo dijual motornya, terus beli sepeda
Biar saja, dengan bersepeda kulit kita semakin hitam, tapi pikiran dan hati semoga semakin putih, karena tercerahkan he..he..

9. eka setiawan | 1:07 pm 15 February, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

Wah…. Mas Amri,…

Jadi pingin beli sepeda nih… Tapi kalo jauh-jauh kayaknya ini kaki bakal leklok.. (harus banyak latihan kali ya…).
Ada alternatif lain gak…?
Supaya dapat gagasan/ide baru plus menebar jejaring..

10. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 1:17 pm 15 February, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar om Eka
Ayo beli sepeda, biar sehat, dapat pencerahan dan ketemu jejaring.
Banyak orang selalu mengatakan tidak punya waktu untuk sepedahan, tidak punya uang untuk beli sepeda.

Tapi aneh ….
Mereka punya waktu untuk sakit satu minggu, punya uang untuk beli obat …… manusia memang aneh. Selalu punya uang dan waktu yang nilai gunanya sangat rendah he..he..

11. Jojo | 1:45 pm 4 March, 2008
using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

O ya pak, para petani menanam padi juga dengan teknik mundur. Kalo bahasa jawa ada istilah TANDUR mungkin artinya tanam mundur. Namun hasilnya dari gerakan mundur itu subhanallah, nasi yang kita makan hasil dari gerakan mundur. Kemudian kalo kita mau menghasilakan loncatan/lompatan yang maksimal, kita juga musti mundur dulu ya Mas Amri. Tul ga? Saya jadi terinspirasi semenjak baca tulisan-tulisan mas amri dan mendengarkan mas Amri di RRI pro2fm. Saya setia ngikutin hampir 3 tahun. Sukses …!!!

12. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 6:34 pm 4 March, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Om Jojo ..
Mari kita sama-sama menggunakan teknik mundur, agar lompatannya semakin manjur he..he..

13. Chun Chun Hendarto | 8:39 am 21 April, 2008
using Opera Mini Opera Mini 9.50

Wah.,hebat ya..Di balik pekerjaan yang ‘biasa’ tapi hobiny ’sangat luar biasa’& ++lagi penghasilanya,hehe;)
saya juga jadi pengen bersepeda,tapi kalo saya pergi kuliah cukup jalan kaki,so nanggung kalo bersepeda lagian nyimpen(parkirny) gmn tuh!?
Oia,jadi pengen tahu sepeda yang mas amri pake?Sepedanya kaya gimana tuch ko bisa simpel kalo dibawa kemana-mana?Emang ga ribet?Sepeda kan lumayan gede apalagi buat ‘anak gede’!?
^_^

14. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 8:47 am 21 April, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Apa kabar Om Chun, sebenarnya sepedanya seperti sepeda pada umumnya saja, kalau pergi tinggal di packing, kemudian dirakit lagi

15. Chun Chun Hendarto | 8:04 am 8 May, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5 on Windows Windows XP

Alhamdulillah.,
saya kira sepedanya yang bisa dilipat gitu (folding bike) yang ngtren itu loh!?

16. AMRI-Knowledge Entrepreneur | 12:46 pm 8 May, 2008
using Opera Opera 9.10 on Windows Windows XP

Nggak, sepeda saya nggak bisa dilipat.
Sebab saya senang jalan off road dan single track

17. Hepi Ardhi | 12:51 pm 27 November, 2008
using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.12 on Windows Windows 2000

Kalau sepeda mini dipake untuk off road gimana ? Karena saya suka sepeda mini tapi pengen jalan-jalan ke gunung….