Bertebaran Pencerahan 8 November, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , trackbackSahabatku, engkau sangat mencerahkan kehidupanku, engkau tidak pernah menampakkan, kesulitanmu kepada semua orang dan engkau juga tidak meminta belas kasihan. Walaupun, engkau juga tidak menolak pemberian orang lain, demi pengobatan itu.
Tadi pagi, seperti biasa, agar badan tidak pegal-pegal, melakukan perjalanan menghirup udara segar, ditemani sepeda. Sebab anak-anak sudah berangkat sekolah dan istri sedang sibuk dengan aktivitas kesehariannya. Pukul 06.30 WIB, sepeda sudah siap untuk dikayuh menuju Lembang Bandung, dengan aneka tanjakan beraspal, tanah dan singgel track. Selama perjalanan itu, kami menjumpai banyak bertebaran pencerahan.
Pertama, tiga puluh menit perjalanan kami berjumpa dengan seseorang yang “maaf”, wajahnya sangat tidak beraturan, sebab semacam ada tumor jinak yang menutupi hampir separuh dari wajahnya. Beliau sedang, memasarkan aneka permainan anak-anak yang sangat sederhana, untuk menyambung hidupnya. Walaupun wajah “muka” sangat tidak beraturan dan banyak orang takut dan jijik melihatnya, namun yang sangat luar biasa adalah wajah “hatinya” begitu sangat indah. Salah satu buktinya adalah beliau masih berusaha untuk tentap ramah dan tersenyum kepada siapapun, tanpa khawatir banyak orang yang takut dan jijik melihat wajahnya. Beliau masih punya harga diri, untuk tidak meminta-minta belas kasihan orang. Makan, dari hasil keringat sendiri, dari transaksi mainan anak-anak yang sangat tidak seberapa keuntungan. Sahabatku, engkau sangat mencerahkan kehidupanku.
Kedua, tiga puluh menit berikutnya, dampak dari mengayuh sepeda di area yang banyak tanjakan, keringat mulai membasahi seluruh tubuh. Pada saat itu, kami bertemu dua orang yang saling berbincang-bincang. Karena perbincangannya sangat santai namun serius, mereka tidak melihat kedatangan saya, walaupun sepeda sudah mendekati mereka. Ketika kami sapa, mereka baru sadar kalau ada yang datang. Perbincangan dua insan ini, rupanya berisi tentang saling “curhat” keadaan diri dan keluarganya. Orang pertama, mencurahkan isi hatinya, karena istrinya sudah bertahun-tahun sakit kangker payu dara dan sekarang sudah menjalar ke paru-paru, tangannya sebelah kiri sudah mulai lumuh. Awalnya, sakit kangker ini tidak terlalu berat, namun akibat kangker ini, sangat meresahkan istrinya. Akibatnya, sang istri mengalami gangguan kejiwaan. Sedangkan orang kedua, mencurahkan isi hatinya, tentang mertuanya yang sudah seminggu ini mengalami penyakit kangker di leher dan harus di kemo terapi, sedangkan biaya yang diperlukan sangat banyak. Dua orang ini, memang saling mencurahkan isi hati, dan akhirnya kamipun ikut bergabung untuk mendengarkan curahan isi hati.
Sahabatku, engkau sangat mencerahkan kehidupanku, engkau tidak pernah menampakkan, kesulitanmu kepada semua orang dan engkau juga tidak meminta belas kasihan. Walaupun, engkau juga tidak menolak pemberian orang lain, demi pengobatan itu.
Ketiga, ketika kami mau pulang kerumah, diperjalanan berjumpa dua mahasiswi yang sedang membawa dua box kue donat, makasiswi ini sedang berusaha untuk mencari uang tambahan, disamping uang kiriman dari orang tua. Mereka sangat sadar, kalau dana yang dikirim dari kampung halaman, sebenarnya sudah cukup. Namun, kecukupan dana dari orang tua, tidak menyebabkan mental syaraf kemandiriannya menjadi tumul dan mati. Beliau ingin mencari uang tambahan, agar bisa membeli buku-buku tambahan diluar jurusan mereka kuliah.
Hal ini, mengingatkanku 15 tahun yang lalu, harus merantau ke Bandung, sambil jualan minyak wangi dan diusir oleh dosen, karena beliau “muntah”, mencium bau minyak wangi yang sangat beraneka ragam itu. Maaf pak. Dosen, kalau saya menganggu Bapak. Alhamdulillah empat hari yang lalu, kami berjumpa dengan dosen itu, akhirnya diantara kami saling mencurahkan isi hati dan tertawa mengenang kejadian itu. Waktu itu, saya sangat bersalah kepada Pak. Dosen ini, karena badanku bau minyak wangi yang tidak beraturan. Sahabat penjual donat, sangat mencerahkan kehidupanku
Pencerahan itu, bertebaran dimana-mana, oleh karena itu marilah kita setiap hari melihat suasana dimanapun kita berada sebagai sumber pencerahan. Harapan kita, agar fisik kita sehat dan hati kehidupan kita juga sehat. Sehingga tidak merasa, diri kita yang hidupnya paling sulit.
Berani hadapi tantangan untuk selalu bertebaran dimuka bumi mencari pencerahan atau bangun kita kedahuluan ayam berkokok dan setelah bangun tetap saja diatas kasur sambil mengeluh, karena suasana hujan???. Bagaimana pendapat Anda !!!


Comments»
Asslkm…
apakah adanya bedanya antara menanti belas kasihan dengan membutuhkan bantuan dari orang lain???
Karena sebagai makhluk sosial kita hidup membutuhkan orang lain
Mas. Wawan, bedanya sangat tipis. (1) Menanti belas kasihan, bersifat pasif, yaitu selalu ingin dikasihanni. (2) Membutuhkan bantuan orang lain, bersifat aktif, yaitu dia mau menerima bantuan, setelah dirinya mau berkeringat, terhadap yang memberi batuan. Jadi yang pertama, tidak punya harga diri, sedangkan yang kedua punya harga diri.
Pencerahan hati dan jiwa sangat diperlukan setiap hari dalam kehidupan, hal ini menjadi obat bagi jiwa yang sedang dilanda kemalasan, kebuntuan, kesedihan juga hati yang sedang dilanda galau karena banyak hal yang seharusnya diselesaikan tapi tak kunjung tuntas. Hati perlu dibangkitkan dalam keterlenaan, apalagi dengan kenyamaan dan situasi yang mendukukng untuk tetap terbalut kelabu dengan kenikmatan yang semu. Bangktinya hati manakala terdesak oleh keadaan, baik oleh tagihan hutang, target yang harus dikejar dan keinginan atas yang belum tercapai. atau sebaliknya dengan keberhasilan yang disukuri menjadi dahi ini sujud tersungkur karena nikmat yang tiada terkira dengan mengurani air mata, air mata kebahagiaan. Dengan satu harapan kenikmatan dan kebahagiaan itu langgeng di tengah-tengah kita.
Wassalam
Kopral Gun Gun Wiguna
Sungguh mencerahkan
Apa kabar pak. Gun Gun Wiguna, semoga kehidupan kita tetap tercerahkan. Kalau proyek lancar jangan lupa lho, syukuran, kami diundang he..he…
Salam kenal “Pudakonline” Semoga kita sama-sama tercerahkan dalam menghadapi hidup ini. MAri, sama-sama belajar bersahabat dengan masalah
Subhanallah ditengah kesibukannya Jendral yang satu ini masih bisa menjadi sebuah pencerahan bagi para sahabatnya. Allah pinta hamba berilah sahabatku umur yang panjang dan barokah agar beliau dapat lebih mencerahkan ummatmu yang lainnya. Bapak terima kasih sudah hadir di akad nikah saya. Alhamdulillah sekarang saya sudah mengandung mohon doanya. Mohon maaf belum sempat silahturahmi ke Bandung. Salam untuk keluarga semua istri,icha,salsa,nasywa
Wassalam
“Dea&Shandy”
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah shabatku sudah hamil, maaf saru baru di luar kota selama satu minggu dan baru datang beberapa menit yang lalu
Wassalamualaikum wr. wb.
Mas saya sangat terpengaruh dengan bacaan di atas sukses selalu dan saya tunggu pencerahan lainnya
Apa kabar mas. Dadan shalihin, semoga nanti kita bisa berjumpa di darat yeach