Ramadhan dan Produktivitas 27 September, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : business, mba , trackbackOleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Kaya Harta Lapang Hati Ramadhan adalah bulan penuh perkah, karena bulan penuh berkah, maka ramadhan penuh tantangan positif untuk menyambut keberkahan itu. Ada empat tipe manusia dalam menyambut bulan suci ramadhan. Yaitu: (1) Ibadah sangat produktif dan amal sangat produktif, (2) Ibadah sangat tidak produktif dan amal sangat produktif; (3) Ibadah sangat produktif dan amal sangat tidak produktif; (4) Ibadah sangat tidak produktif dan amal sangat tidak produktif.
Ibadah sangat produktif dan amal sangat produktif
Manusia tipe ini, memiliki semangat ibadah kepada Allah swt dengan kwantitas dan kwalitas sangat luar biasa. Disamping itu, manusia tipe ini juga mempunyai kwantitas dan kwalitas produktif dalam kehidupannya. InsyaAllah selesai ramadhan, pribadinya punya daya lompat pencerahan dalam menghadapi kehidupan.
Ibadah sangat tidak produktif dan amal sangat produktif
Manusia tipe ini adalah mereka tidak memiliki semangat beribadah secara produktif baik dari segi kwantitas maupun kwalatitasnya. Atau bisa jadi kwantitas ibadah meningkat drastis tetapi kwalitas ibadahnya sangat rendah. Terutama ibadah “Tarawih”, kita rajin ibadah tarawih namun tergolong pada pencuri shalat. Yaitu, shalatnya tidak sempurna karena kehilangan “tumaminah”-nya. Namun demikian, orang ini sangat punya amal produktif baik dari segi kwantitas maupun kwalitasnya.
Ibadah sangat produktif dan amal sangat tidak produktif
Manusia tipe ini adalah mereka memiliki semangat ibadah yang sangat produktif baik dari segi kwantitas maupun dari segi kwalitasnya. Namun yang sangat menarik adalah tingkat produktivitas kerjanya dari segi kwantitas dan kwalitasnya sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kelelahan ibadah atau kerena selama ini tidak terbiasa dengan ibadah dengan kwantitas dan kwalitas sangat bagus. Kalau kita mau jujur, sebagaian besar di bulan ramadhan produktivitas ibadah kita sangat bagus namun amal kerja produktif kita sangat turun drastis.
Ibadahnya sangat tidak produktif dan amalnya sangat tidak produktif
Manusia pada tipe ini adalah mereka yang memasuki bulan suci ramadhan tidak menikmati keberkahan bulan suci ramadhan. Ibadah dari segi kwantitas dan kwalitasnya bukan malah meningkat namun justru semakin merosot. Disamping itu, amal produktivitas kerjanya juga mengalami penurunan dari segi kwantitas dan kwalitasnya. Mungkin manusia tipe ini, menduduki posisi puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, tanpa mendapatkan lompatan pencerahan spiritual dalam menghadapi kehidupan.
Bulan suci ramadhan, waktunya sangat pendek yaitu hanya satu bulan. Semoga kita menjadi manusia yang Ibadah sangat produktif dan amal sangat produktif. Agar setelah selesai bulan suci ramadhan, kita menjadi manusia yang mendapatkan lompatan pencerahan dalam menghadapi hidup. Berani hadapi tantangan di bulan ramadhan dengan “Ibadah sangat produktif dan amal sangat produktif?” Bagaimana pendapat Anda !!!!!


Comments»
saya tidak sanggup berpendapat pak suhu
karena masih menghitung dan menimbang-nimbang saya ada di tipe yang mana?
jangan-jangan ada di tipe yang terakhir

Sama dong, saya juga termasuk yang mana yeach. Tidurnya orang puasa memang pahala, apalagi tidak tidur, kemudian digunakan untuk aktivitas yang sangat produktif
Asslkm…
Terkadang sich aku merasa pada tipe pertama pada awal-awal puasa tapi hari berikutnya berganti ke tipe kedua, namun semoga hari-hari selanjutnya tidak demikian terus menurun ke tipe yang keempat.Amien
Mas. Wawan …… semoga sudah khatam Al-Quran beberapa kali and tetap bersemangat
Pencuri Shalat : nyengir, emang ngerasa sayah….basa sundanya “rumaos tea”
Saya juga euy, kalau saya antara tidur dan bangun tarawihnya he..he..