Mudahnya Menghancurkan Dunia 22 February, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 4 comments
Rasulullah saw bersabda: Dunia ini ibarat kebun yang dihiasi dengan empat ornamen: (1) Ilmunya para ulama; (2) Keadilan para pemimpin; (3) Kemurahan orang-orang kaya; (4) Doanya orang-orang fakir.
Pertama, ilmunya para ulama
Kalau kita menginginkan masyarakat, bangsa dan dunia ingin segera hancur, cara pertama adalah kalau kita jadi ulama, jadilah ulama yang banyak ilmu, namun ilmunya bikin bingung ummat.
Wajar Kalau Tidak Sukses 15 February, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , add a comment
Banyak orang ingin sukses, tentunya sukses dalam arti yang seluas luasnya. Salah satunya adalah penjabaran dari doa:”Ya Allah berilah hamba-Mu kebaikan di dunia, kebaikan di Akhirat, dan jauhkanlah hamba-Mu dari api neraka. Sedangkan beberapa ulama menyebutkan indikator dunia yang baik itu terdiri dari punya istri atau suami yang baik, anak-anak yang baik, badan sehat, rizki halal, tetangga yang baik, dan ilmu yang bermanfaat. Kesempatan ini hanya membahas sekilas contoh wajar kalau tidak suksesdari sektor rizki halal dan tetangga yang baik.
Suatu ketika, kami punya temen yang mengeluhkan karena kontrakannya sempit, becek dan lingkungannya sangat bising. Karena keluhan ini sering dilontarkan, akhirnya kami tergerak untuk mencarikan tempat yang layak untuk ditempati. Ketika sudah memndapatkan tempat yang sangat layak menurut ukuran saya dan temen-temen, akhirnya kami informasikan kepada teman yang mengeluh dengan sempitnya tempat yang selama ini di tempati.
Percepatan yang Terdahului 9 February, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , add a comment
Banyak diantara kita yang sudah merasa punya kecepatan, kecepatan dalam bentuk apapun. Kemudian merasa bangga, karena sudah mampu melakukan percepatan. Namun, akhirnya diri kita terkaget-kaget, sebab rupanya percepatan yang kita miliki jauh tertinggal dengan percepatan-percepatan disekitar kita.
Suatu ketika para pejabat, mungkin termasuk kita bagian dari pejabat itu, merasa sudah melakukan persiapan dengan cepat yaitu menghadapi banjir untuk kota Jakarta dan sekitarnya. Namun yang sangat menarik, setiap musim hujan, diri kita kalah cepat dengan banjir itu. Jadi, persiapan tinggal persiapan dan banjir tetap saja melanda dan bahkan semakin tahun semakin besar dan meluas. Ini berarti, persiapan percepatan menangani banjir, tetap saja kalah cepat dengan banjir itu.
Senang Mempersulit 1 February, 2007
Posted by AMRI - Knowledge Entrepreneur in : mba , 2 comments
Banyak diantara kita, sering dihadapkan pada kesulitan-kesulitan, yang seakan-akan tanpa bertepi. Padahal sudah bersungguh-sungguh dalam menghadapi hidup ini. Kalau ini, selalu dan selalu, menghinggapi kehidupan, maka banyak hal dalam kehidupan kita yang harus segera kita audit. Salah satunya adalah, apakah sering membuat kehidupan lingkungan menjadi tidak nyaman karena prilaku kita.
Saya punya sahabat, seorang dosen, mengeluh, sudah bertahun-tahun tidak segera selesai program S-3 (doctor), karena pembimbingnya seorang professor yang sangat sulit ditemui. Sehingga dosen calon S-3 ini habis waktunya untuk mencari pembimbing yang professor itu. Namun yang sangat menarik adalah rupanya dosen calon S-3 ini, juga sebagai pembimbing mahasiswa S-1, suka mempersulit dan susah ditemui karena kesibukannya. Dan, yang lebih menarik lagi adalah:”Mengapa professor itu susah ditemui dosen calon S-3”? Rupanya beliau, sedang mengalami kesulitan ingin menjadi guru besar yang berwibawa karena banyak karya nyata. Dosen calon S-3, mahasiswa calon S-1, dan professor ini, hidupnya sama-sama sulit karena senang mempersulit.

